Sinyal Analog dan Digital

Sebuah perangkat elektronik khususnya sebuah kontroler (PLC misalnya) dapat menerima masukan berupa input dari sensor atau yang lainnya, memproses data dari input, mengolahnya lalu kemudian memberikan keluaran berupa output untuk menggerakkan aktuator atau menjadi sinyal input untuk perangkat lain.

Baik input maupun output, keduanya terbagi menjadi 2 jenis yaitu :

  1. Analog input dan analog output
  2. Digital input dan digital output

Dalam pengaplikasiannya, ada perangkat yang hanya dapat menerima digital input dan mengeluarkan digital output, ada juga yang dapat menerima analog input dan analog output dan ada pula yang memiliki keduanya. Biasanya untuk perangkat yang dapat mengolah kedua macam input dan output tersebut memiliki suatu konverter yang sering disebut dengan ADC (Analog to Digital Converter) atau DAC (Digital to Analog Converter).

Analog

Analog Input

Sinyal input analog adalah suatu sinyal input yang memiliki bentuk gelombang berkelanjutan (kontinyu) bentuknya mirip dengan gelombang sinusoidal. Karena berbentuk gelombang kontinyu, maka gelombang tersebut dapat memetakan berbagai macam kondisi.

Kondisi tersebut bervariatif, contohnya rentang nilai antara 0 volt - 10 volt atau rentang nilai lainnya sehingga nilainya tidak selalu sama setiap waktu. Sinyal analog ini memiliki dua parameter penting yaitu frekuensi dan amplitudo. Berikut adalah contoh dari perangkat yang mengirimkan sinyal analog :

  • RTD (Resistance Temperature Detector)
  • Level Transmitter
  • Pressure Transmitter

Analog Output

Sama halnya dengan analog input, sinyal analog output juga memiliki nilai keluaran yang variatif tergantung dari input analog yang diberikan. Misalnya adalah mengatur intensitas nyala LED. Pada kondisi 1, LED menyala dengan redup. Pada kondisi 2, LED menyala terang. Pada kondisi 3, LED menyala sangat terang. Berikut contoh perangkat yang menerima sinyal analog :

  • Inverter
  • Control Valve

Digital

Digital Input

Sinyal input digital adalah suatu sinyal yang hanya terdiri dari dua kondisi yaitu kondisi HIGH (ON) dan LOW (OFF) atau biasa disebut dengan sinyal diskrit. Kondisi HIGH dan LOW biasanya direpresentasikan dengan bilangan biner yaitu HIGH = 1 dan LOW = 0. Karena hanya memiliki dua nilai keadaan, sinyal digital tidak mudah terpengaruh oleh noise. Berikut adalah contoh perangkat yang mengirimkan sinyal input digital :

  • Relay
  • Kontaktor
  • Limit switch
  • Push button

Digital Output

Sama halnya dengan sinyal input digital. Untuk sinyal output digital selain diartikan sebagai keadaan HIGH dan LOW, sinyal ini juga dapat diartikan sebagai keadaan ON-OFF, buka-tutup atau run-stop. Contoh perangkat yang menerima sinyal output digital adalah sebagai berikut :

  • Pompa
  • Solenoid Valve
Perbedaan dari Input/Output Digital dan Analog terletak pada kondisinya. Sinyal digital hanya memiliki dua kondisi yaitu HIGH dan LOW sedangkan sinyal analog memiliki kondisi yang bervariatif dan kontinyu.
Suka belajar sesuatu yang baru, terutama tentang Automation dan juga UI & UX.

Posting Komentar